Jumat, 02 November 2012

Ki Kusumo Bikin Film dari Lagunya Charly Setia Band

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Ki Kusumo membuat film dimana alur ceritaya diambil dari lagu yang ciptakan oleh Charly Setia Band. Mengambil genre drama, film ini berkisah tentang gadis cilik bernama Sinar.

Di usia 6 tahun, Sinar harus berjuang merawat ibunya yang lumpuh sendirian. Di sela-sela sekolahnya, ia harus mencuci dan memasak. Betapapun besar beban yang dipikulnya, namun Sinar iklhas dan tabah.

“Ini film kisah nyata, kisah perjuangan seorang gadis cilik yang berjuang sendirian merawat ibunya yang lumpuh, dengan keterbatasan tenaga yang tersisa, karena mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkap Ki Kusumo saat syukuran film “Jangan Menangis Sinar” di kawasan Kemang Pratama, Bekasi, Kamis (1/11/2012).

Selain mengambil sisi cerita yang sama dengan kisah hidup Sinar, lokasi pengambilan gambar film bergenre drama ini pun rencananya dilakukan di tempat aslinya, yaitu di rumah Sinar yang berada tengah hutan belantara Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Karena ini kisah nyata, saya akan berusaha membuat cerita ini seperti aslinya, termasuk soal lokasi,” kata Ki Kusumo lagi.

Hasil keuntungan dari film produksi Putra Kusuma Pictures ini, menurut pria yang juga berprofesi sebagai paranormal ini sebagian akan disumbangkan kepada Sinar. “Film ini tak hanya mendidik dan mengajarkan pada kita untuk tetap tabah menghadapi getirnya hidup, namun ada sisi soasialnya. Sebagain hasil penjualan tiketnya akan saya sumbangkan buat Sinar,” paparnya.

Di film berjudul “Jangan Menangis Sinar” ini Ki Kusumo menggandeng Charly Setia Band. Tak hanya untuk mengisi soundtrack lagunya, namun juga untuk menjadi salah satu pemeran utamanya.

“Saya berterima kasih, selain saya, akhirnya masih ada orang yang peduli dengan Sinar. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari film tersebut ke depannya,” jelas Charly.

Selain miris dengan nasib Sinar, Charly prihatin dengan kondisi pendidikan anak-anak sekarang. “Banyak fasilitas pendidikan yang sangat tidak layak, termasuk yang diterima Sinar,” tutur Charly.

Charly berharap bakti seorang anak pada orangtuanya, bisa menjadi contoh positif masyarakat luas, termasuk bagi para orang tua.
Selengkapnya...

Selasa, 30 Oktober 2012

Charly "Setia Band" Sesalkan Upacara Bendera Hampir Punah

JAKARTA- Hari sumpah pemuda memiliki makna tersendiri bagi tiap orang, tak terkecuali dengan Charly “Setia Band”. Pemilik nama Charly Van Houten itu memaknai Sumpah pemuda sebagai kesempatan agar setiap pemuda bisa terus berkarya untuk Tanah Air.

"Maknanya adalah suatu support buat anak-anak muda bisa memberikan suatu motivasi yang baik, berkarya buat Indonesia. Berkarya itu salah satu. Berkarya itu sudah cukup," terang Charly saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pria bernama lengkap Charly Van Houten itu juga menyesali bahwa sekarang ini sudah jarang ditemui upacara bendera di sekolah-sekolah. Menurutnya, upacara bendera merupakan salah satu kegiatan yang membangun.

"Upacara bendera sekarang itu sudah hampir punah. Aku berkunjung ke SD dan pingin aku pernah bikin upacara bendera. Enggak dalam rangka apa-apa, cuma aku pingin aja. Kayaknya indah banget gitu. Menyayangkan. Menurut aku itu hal-hal yang membangun," jelasnya.

Untuk kedepannya, mantan personel grup band ST12 itu berharap para generasi muda bisa terus melakukan sesuatu yang positif.

"Harapan kedepannya untuk generasi penerus, ya aku juga kan masih muda gitu, buatlah sesuatu yang positif untuk negeri kita, keluarga kita. Buat yang terbaik, buatlah itu yang positif," harapnya.
Selengkapnya...

Charly "Setia Band" Siapkan Nama Untuk Calon Bayi

JAKARTA - Menyambut kelahiran anak keduanya, Charly "Setia Band" sudah mempersiapkan nama. Menurut hasil USG, bayi yang dikandung Regina berjenis kelamin perempuan. Untuk itu, Charlie berniat memberi nama Asmaranaca. Namun begitu, ia juga menyiapkan nama untuk anak laki-laki.

"Alhamdulillah Insya Allah perempuan. Insya Allah sudah (siapkan nama), rencananya sih namannya Asmaranaca. Asmara kan judul lagu, Naca, Regina Charly. Kalau lelaki, Manunggaling Kaula Gusti," kata Charly saat ditemui di Studio MNC, TMII, Jakarta Timur.

Sementara itu, sang istri dan juga anaknya tampak tetap setia mendampingi ia mengisi acara. Charlie sendiri tidak terlalu over protective dengan kehamilan istrinya yang menginjak usia enam bulan.

"Moment ini kan jarang juga, kalau pas dia (anak) libur yaudah. (Istri) Enggak apa-apa, sekarang sudah (hamil) 6 bulan," tandasnya.
Selengkapnya...

Minggu, 07 Oktober 2012

“Saat Terakhir” Charly di Ultah L2C

MESKI tak lagi bernaung di bawah nama ST 12 yang membesarkan namanya, sosok Charly punya daya tarik tersendiri. Bersama Setia Band – bandnya saat ini, aksi panggungnya tetap diminati para penikmat grup musik Indonesia. Sama seperti yang terlihat di L2C Balikpapan, Sabtu (6/10) dini hari kemarin. Pria bernama lengkap Charly van Houten ini mampu menghibur clubbers di tempat hiburan malam yang terletak di Sudirman Square Balikpapan itu.

Meski tampil tanpa personel Setia Band lainnya, Charly mampu membuat acara dipenuhi para fans-nya dari clubbers, termasuk Setiaku (sebutan fans Setia Band). Kehadirannya malam itu dalam rangkaian acara 3th Anniversary of Le Centro Club (L2C) Balikpapan. Di perayaan HUT-nya, L2C sebenarnya sudah menyuguhkan beragam acara sejak 3 Oktober lalu.

Malam itu, Charly menjadi “menu utama”. Tampil pukul 01.00 Wita dengan t-shirt merah dan celana jeans, vokalis bersuara dan gerakan khas ini tampil menggebrak. Kemunculannya di atas panggung langsung disambut riuh penonton. Para perempuan di barisan depan tak henti mengelukan namanya, ikut bergoyang dan menyanyikan lirik lagu-lagu Charly. Beberapa lagu dinyanyikan.

Seperti Saat Terakhir, Asmara, Aku Terjatuh, dan Isabella. Lagu Bento dan Ibu milik Iwan Fals juga turut dibawakan pria berdarah Indo-Belanda ini. Penonton pun larut dalam keheningan saat Charly menyanyikan lagu Saat Terakhir. Ia betul-betul menghayati setiap lirik lagu ini. Rangkaian acara ulang tahun L2C ditutup Minggu (7/10) dini hari malam tadi dengan tampilan Female DJ Verny
Selengkapnya...

Sabtu, 29 September 2012

Charly Van Houten Bicara Kriteria Perempuan Seksi

TRIBUNNEWS.COM - Charly Van Houten punya penilaian sendiri tentang keseksian seorang perempuan. Tidak semua berpakaian minim itu menurut pentolan Setia Band ini dikatakan seksi karena pendapat yang berbeda pada setiap individu.

Charly mengatakan seksi itu kembali kepada selera masing-masing orang. Ada pria yang nggak suka perempuan berpakaian minim yang berlebihan. Tapi ada juga yang tertarik.

"Setiap hasrat manusia beda-beda, standarnya begitu. Ada yang pakaiannya minim disebut terlihat seksi, ada yang menganggap biasa juga," katanya diRCTI, Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/9/2012).

Pakaian minim yang dipakai ditempat tertentu bagi mantan personil ST12 ini belum tentu mengumbar syahwat untuk pria. Seperti pakaian renang itu hal biasa dipakai di pantai atau kolam renang.

"Mengumbar seperti apa dulu, kalau masih wajar yah nggak masalah. Nggak mungkin pakai daleman doangkan. Seksinya wajarlah," katanya.
Selengkapnya...

Pakai Kalung, Penampilan Charly Keren

BAGI pria metroseksual, memakai aksesori pada bagian tubuhnya dirasa perlu untuk menunjang penampilan. Meski Charly awalnya tidak mau mengakuinya, tapi vokalis Setia Band ini merasakan bahwa memakai kalung telah membuat penampilannya keren.

Pria lulusan Fakultas Seni Musik Universitas Pasundan, Bandung ini mengatakan, memang tidak ingin ada perubahan apa pun pada penampilannya karena dengan penampilan yang sekarang inilah yang menjadikan identitasnya di depan masyarakat, terutama penggemarnya.

"Penggunaan aksesori kalung ini memang sudah aku pakai untuk melengkapi penampilanku sehari-hari. Ini hanya sebagai pelengkap karena kalau enggak pakai kalung seperti ada yang dirasa kurang," tuturnya sambil menunjukkan kalung yang selalu menemani lehernya tersebut saat bertemu dengan Okezone secara eksklusif di Studio 1 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Kalung berwarna hitam dengan bandul putih yang terbuat dari batu permata itu selalu melengkapi penampilan Charly kemana pun berada. Dengan memakai kaus model V-neck warna putih, serta celana kulit warna hitam yang membaluti kakinya, Charly merasa dengan membubuhi kalung pada lehernya sudah membuat penampilannya sempurna.

"Enggak harus kok, tapi kalau enggak pakai kalung serasa ada yang kurang saja," tutup pria berambut lurus ini
Selengkapnya...

Charly "Setia Band" Tidak Masalah Perempuan Berpenampilan Seksi

JAKARTA- Charly Van Houten atau yang lebih dikenal Charly "Setia Band" mengaku selalu memandang wanita yang pertama dari bentuk fisiknya. Hal itu dikatakan Charly karena merupakan hal yang lumrah dilakukan laki-laki maupun perempuan.

"Secara manusia pasti fisik ya, laki perempuan sama. Awalnya pasti kasat mata. Standar aja, standar cantik itu mutlak," ujar Charly ketika ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (27/9/2012).

Menurut Charly, setiap manusia memiliki tingkat hasrat yang berbeda. Bahkan dirinya tidak masalah jika ada wanita mengenakan pakaian yang seksi.

"Tergantung juga sih ya, setiap hasrat manusia beda-beda. Biasanya melihatnya dengan pakaian minim, standarnya begitu. Tapi ada yang pakaian enggak feminim, tapi terlihat seksi juga. Kalau masih wajar ya enggak masalah. Enggak mungkin pakai daleman doang kan. Seksinya wajar lah," tandasnya.
Selengkapnya...

Selasa, 25 September 2012

Charly "Setia Band" Tinggalkan Luna Maya

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran dan model ternama Luna Maya "tersingkir" oleh empat wanita muda yang belum dikenal dalam industri hiburan untuk tampil dalam videoklip lagu "Jangan Mau-mau" dari Setia Band. Sebelum ini, Luna pernah bekerja sama dengan grup yang dibentuk oleh Charly van Houten (vokal) dan Pepeng (gitar) tersebut untuk klip video lagu "Jangan Ngarep", bahkan untuk videoklip-videoklip band yang telah ditinggalkan oleh Charly dan Pepeng, ST12.

"Masa harus Luna terus. Yang ini empat model yang terpilih dari ajang pencarian model sebulan lalu," kata Charly dalam wawancara di TM Studio, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Kira-kira sebulan Charly mencari empat perempuan untuk tampil dalam videoklip baru tersebut. "Dari 20, 10, jadi empat (orang model yang terpilih), dari Palembang, Cirebon, Padang, Semarang. Ini salah satu program yang dikemas manajemen (perusahaan rekaman) Trinity," jelas Charly.

Menurut Charly, menggandeng empat wajah baru itu merupakan salah satu usaha untuk menarik perhatian. "Suatu usaha dalam industri entertainment, bagaimana semasa kami membentuk Setia Band pertama kali bisa lebih baik dan fresh buat penikmat musik. Bukan cuma recording audio, tapi juga visual," jelasnya lagi.

Menurut Charly pula, keempat perempuan tersebut kelak bisa saja menjadi terkenal dalam industri hiburan. "Sementara ini, job mereka masih di klip. Tapi, insya Allah kalau mereka punya talenta yang baik, ya tidak menutup kemungkinan (untuk maju)," ujarnya.

Sebuah usaha lain yang juga dilakukan oleh Setia Band untuk menarik perhatian adalah dengan menempatkan seorang wanita muda, Alsa, sebagai pemain drum. "Pertama, gandeng pemain drum, dia berbeda dari yang lama. Dia perempuan, ini suatu kemasan yang ingin disuguhkan ke audience. Salah satu bentuk usaha lagi," ujarnya lagi.
Selengkapnya...

Setia Band Pilih Latin Pantura untuk "Single" Baru

JAKARTA, KOMPAS.com — Pop Melayu memang sudah telanjur melekat pada setiap karya yang dicipta oleh vokalis Charly van Houten. Namun, untuk single baru Setia Band, Charly memasukkan unsur-unsur musik tradisional Jawa Barat ke dalam musik grup yang dibentuknya bersama Pepeng (gitar) itu.

Charly menyebut musik untuk lagu "Jangan Mau-mau" itu Latin Pantura. Pantura merupakan kependekan dari Pantai Utara (Jawa Barat). "Single sekarang agak lebih ke Latin Pantura. Kami memasukkan unsur budaya, pas bagian ref ada kendang, jaipong, suling," jelas Charly dalam wawancara di sela shooting videoklip lagu tersebut di TM Studio, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

Ungkap Charly, musik itu merupakan hasil eksperimennya di studio. "Sebenarnya lebih bereksperimen dalam musik, ada unsur orkestra, Latin," ceritanya.

Ceritanya lagi, sebelum ia bereksperimen, gagasan memasukkan bunyi-bunyian dari alat-alat musik tradisional tersebut muncul dari konsep aransemen musik yang dimainkan oleh Setia Band ketika tampil di panggung. "Kebetulan Setia Band ini memang punya konsep berbeda di off air atau pas on air. Kami coba masukkan unsur tradisional, misalnya konser di Bali pakai penari Kecak. Di Jawa Barat ya pakai penari Jaipong," tuturnya.

Hasilnya? "Sejauh ini penggemar sangat suka. Mereka menemukan sesuatu yang fresh. Alhamdulillah diterima dengan baik," katanya.
Selengkapnya...

Setia Band tak ingin nambah personil

Semenjak pisah dengan Pepep, mantan personil ST12, Charly dan Pepeng melanjutkan berkarya lewat Setia Band. Sementara waktu, mereka berdua dibantu oleh drummer cewek yang masih belia, Alsya.

 Charly dan Pepeng mengaku masih nyaman dengan formasi berdua, dan tak mau terburu-terburu merekrut personel baru. Mereka juga tidak mau memaksa Alsya untuk masuk menjadi personil tetap Setia Band.

"Kita memang konsepnya masih berdua, bukan bertiga. Tapi berdua ini kami harus menyesuaikan. Alsya masih sibuk syuting, kuliah. Kita berjalan apa adanya saja dulu. Selama masih aman di off air dan on air saja," ucap Charly saat ditemui di TM Studio, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Sementara itu, perubahan konsep penampilan dan musiknya setelah lepas dari ST12, diungkapkan Charly, sudah bisa diterima oleh fans dan masyarakat.

 "Sejauh ini mereka sangat menemukan sesuatu yang fresh. Walaupun ada perbedaan tapi ada benang merah yang gak keluar, sejak ST12. Pengemasan musikalitasnya saja yang ikuti perkembangan. Alhamdulillah masih diterima dengan baik," tukas Charly.
Selengkapnya...